BELAJAR DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

BELAJAR DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Artikel ini ditulis oleh:

Endang  Yuliani  Rahayu  , S.S., M.Pd
DEKAN FAKULTAS BAHASA DAN ILMU BUDAYA UNISBANK SEMARANG
Dalam Rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2020

Di awal tahun setiap  individu,  komunitas , organisasi  formal maupun informal  pasti memiliki   segudang  rencana untuk beraktivitas dan memajukan   status, harapan  dan cita-citanya. Semua  pihak membuat  perencanaan di awal tahun   untuk mengejar  angan  di akhir tahun.  sejumlah  program telah disiapkan lengkap dengan    rincian anggaran  dan pengaturan  waktu dan tempat. Semua tampak rapi  dan rinci  di koordinasikan  pada segenap  anggota  sebuah organisasi.  Semua pihak merasa yakin  dengan perjuangan, ketekunan  dan waktu pasti semua akan tercapai. Itulah hitungan  manusia. Namun  sejak sekitar pertengahan maret   2020  di indonesia ternyata   sudah  memasuki  fase  baru dalam kehidupan kita yaitu  fase yang bisa dikatakan tidak wajar.  

Kebudayaan , tradisi ,rutinitis,  kebaikan, bisnis , ibadah, pola-pola  kerja yang sudah  terbangun  puluhan  bahkan ratusan  tahun  akhirnya harus berhenti  untuk   2 buah  alasan  ; kesehatan dan keselamatan.  Manusiapun bergejolak,  berbagai  pihak berteriak, alampun  berubah, keberanglangsungan  hewanpun mengalami  perubahan dan tanda tanya .  ini semua terjadi di luar dugaan dan perhitungan  para pakar sekalipun.  Covid  19  itulah   jawaban dari semua   evolusi  saat ini.   Manusia  di berbagai  belahan bumi  begitu panik  karena mendadak semua rutinitas  harus berubah, keselamatan terancam, nilai2 di tengah  masyarakatpun berubah drastis .

Silaturahmi, mengunjungi /merawat  orang tua,  bersalaman, sholat jamaah,  rutinitas pengajian atau kajian keagamaan lain   untuk menambah ilmu agama  yang  pada kondisi umum merupakan kebaikan  maka  dengan  hadirnya ancaman Covid 19 ini  itu semua menjadi  kegiatan  yang harus dihindari dan dihentikan   demi keselamatan dan kesehatan  semua  pihak. Seiring diberlakukannya  social distancing bagi masyarakat.

Sejumlah bisnis  mati  kutu  karena  tak diijinkan lagi beroperasi,  makin banyak karyawan yang gundah gulana  karena mengalami  penurunan penghasilan  atau  bahkan harus  dirumahkan karena kantor, tempat usaha  restauran tempatnya bekerja tak lagi dapat beroparasi  secara  normal. Namun  jika  kita termasuk  orang-orang yang  sabar, pastilah  ada celah untuk kita bergerak melanjutkan langkah. Pasti ada syukur nikmat atas  munculnya pembatasan  sosial   atau social distancing ini.

Setiap kejadian  pasti ada hikmah, maka  dengan  adanya  COVID  19 yang menghantui  insan  dimanapun berada  di satu sisi  muncul kebaikan  dimana  semua  orang dengan  penuh kesadaran memiliki kebiasaan baru menjaga kebersihan  , setiap  kali masuk ke suatu  pintu rumah, kantor perbankan, toko, retauran,  dll  akan  melakukan ritual baru mencuci  tangan dan  ini adalah peluang bisnis ; sabun cuci tangan , botol, ember, galon dll. Selanjutnya  kemanapun pergi orang akan menggunakan masker dan kacamata. inipun merupakan peluang bisnis  yang empuk.  Di dalam mobil  dan di dalam tas harus  selalu tersedia  handsitizer  dan ini juga  merupakan  pintu bisnis lain akan  terbuka jika mau memanfaatkan peluang. Kebutuhan masker yang meningkat di tengah masyarakat  juga merupakan  harapan baru tentu bagia siapapun yang  mau bergerak dll.  Masih banyak  harapan dan peluang baru  yang dapat menghasilkan  uang jika  kita semua jeli memanfaat celah  pada masa pandemi covid  19  ini.

Apakah mahasiswa terhambat  pembelajarannya  selama masa Pandemi  ini?   tentu tidak. Kemajuan teknologi dan informasi  telah  dapat menjadi solusi nyata bagi keberlangsungan proses  pembelajaran di tingkaat apapun  baik  PAUD, TK, SD, SMP , SMA  dan perguruan tinggi. Ujian akhir  skripsi, thesis  juga tentunya  dapat diselesaikan dengan  tekhnologi  internet.  Nampaknya  memang selama  pandemi sekolah, kampus  dan perkantoran  menjadi sepi  namun di dunia  maya semua proses dan rutinitas  masih terus dan akan tetap berlangsung   sebagaimana sebelumnya, hanya  metode  saja yang berubah. Semua  manjadi virtual. Apa yang telah dicanangkan oleh menteri pendidikan kita  Nadiem Makarin   dengan kampus  Medeka  seolah  diberikan jalan dengan  adanya pandemi Covid  19 ini.

Haruskah mahasiswa yang tengah  menyusun skripsi  menyurutkan semangatnya  sambil menunggu covid  berakhir  ? Tentu  tidak  mahasiswa  harus terus belajar meneruskan membaca dan menulis  skripsi  agar  tujuan  akhir yang sudah  direncakan sejak awal  tercapai dengan baik. Tentu covid 19 tidak menghambat proses  pembimbingan .  insitusi pendidikan dituntut keberanian dan kebesaran hati  untuk membuat  kebijakan yang terkait  pembelajaran secara  meluasa  termasuk di dalamnya  keberlangsungan  pelaksanaan ujian akhir/ sidang skripsi. Kebijakan ini   sudah seemstinya bersifat  sedikit membantu  meringankan beban mahasiswa  dalam menyusun skripsi

Di masa pandemi  ini  hampir  24  jam kita selalu  bersama dengan keluarga di rumah harapan pemerintah  kita  akan selalu patuh dengan  himbauan  di rumah saja.  Dengan  patuh  di rumah  maka  sebenarnya  garda  awal pemutusan  rantai penyebaran Covid 19 adalah keluarga  justru kita harus berpikir pemutus terakhir   rantai  penyebaran  adalah dokter , perawat dan rumah sakit. Garda terdepan adalah kita  semua  sebagai keluarga utuh harus  terus  dapat bekerja sama dan saling mendukung. Anggota keluarga yang satu  dengan yang lain harus  mampu untuk saling mendukung dan mengayomi . Setiap  individu  juga berkewajiban menjaga kesehatannya  dengan  cara  membatasi  kontak  sosial, makan  dan minum yang bergizi, istirahat  yang cukup,  dan  minum  vitamin secara  rutin. Hal yang tidak kalah penting untuk dipertahankan adalah  tidak perlu panik  dan harus berpikir positif.   Negative  thinking dan tidak bersemangat dalam hidup justru menjadi penyebab turunnya imunitas tubuh kita. Padahal salah satu  kunci menjauhnya  dari  virus corona adalah memiliki imunitas  tubuh yang  prima.  Setiap individu  harus menyadari betul bahaya penulara virus corona , maka  setiap individu juga harus jujur akan kondisi kesehatannya  kepada  keluarganya  sendiri  dan pihak yang lain yang terkait.

Pandemi  ini bukanlah kiamat. Pandemi datang   semestinya membuat manusia  berhenti  sejenak dengan segala aktivitas  di luar yang melelahkan dan menyita waktu. Datangnya  Covid 19  tidak selamanya bermakna negatif. Jika kita sebagai insan beriman maka  tentu akan dapat melihat  sisi positif    dari situasi pandemi ini. Misalnya  kita  bisa  lebih fokus  meningatkan ibadah dan keimananan kita juga  kita dapat menfaatkan  melakukan  instropeksi diri  dan memperbaiki diri.   Termasuk  dapat lebih fokus  untuk juga meningkatkan Prestasi  atau target pribadi  yang biasanya  sulit  diraih pada  situasi normal maka di tengah  situasi pandemi covoid  19 hendaknya   kita  dapat  terus belajar meningkatkan kualitas  diri kita.

Alam pun  sejenak dapat menghela napas  dari expolitasi  alam oleh ulah manusia yang tidak akan pernah berhenti. Keinginan manusia  untuk menjelajah dan menginjakkan kakinya di belahan bumi manapun harus berhenti  sesaat demi keselamatan mereka sendiri.  Dengan Covid  19, maka  hampir semua perjalanan ke luar  kota dan keluar negeri mamasuki fase  jeda termasuk perjalanan  ke tanah suci  yang sudah terjadual  sekian lama  mau tidak mau  harus pula   memasuki  masa stop sesaat. Sisi   baiknya  adalah pemakaian bbm  untuk mobil, motor  berkurang drastis berarti  pemanasan lapisan ozon.

Di masa  pandemi  ini  setiap insan  dituntut  untuk belajar – belajar bersyukur,  belajar  bijak, belajar  sabar  dan belajar  lagi  arti kehidupan ini  yang sesungguhnya   bahwa  keselamatan  dan kesehatan  itu adalak  hak semua manusia, termasuk  kita harus  siap belajar menghadapi kenyataan   bahwa  suatu saat pasca pandemi ini akan  semakin berkurangapnya kekuatan ekonomi kelompok  tertentu yang  akan tergantikan kekuatan ekonomi  kelompok yang lain. Selamat  Hari Pendidikan  Nasional  .. Selamat  memasuki   dunia  kampus merdeka  belajar  dengan hati bijak dan ikhlas  semoga   pandemi Covid 19 ini  tidak menyurutkan  kita  melanjutkan langkah  kita  untuk terus  mencerdaskan kehidupan anak bangsa   ini untuk melanjutkan  cita-cita  para pahlawan pendidikan  kita  dan menyiapkan generasi penerus bangsa  ini  yang tangguh  dalam segala situasi.